Sosialisasi dan Diskusi Syarat Pengusulan Calon Pahlawan Nasional


Bone, 6 April — HMPS Pend.Sejarah FIS-H UNM berkolaborasi dengan Historia Bone menggelar Sosialisasi dan Diskusi Syarat Pengusulan Calon Pahlawan Nasional di RC teras, dengan fokus pembahasan terhadap tokoh La Pawawoi Karaeng Sigeri, Raja Bone ke-31. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah daerah, akademisi, sejarawan, tokoh adat, peneliti lokal, serta perwakilan organisasi sejarah dan kemahasiswaan.

Acara dibuka oleh Andi Aso Tenritatta selaku Ketua Historia Bone menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai persyaratan formal dan substantif pengusulan gelar Pahlawan Nasional, serta mendorong masyarakat berpartisipasi dalam penguatan data sejarah.

Dalam pemaparan awal, para narasumber menekankan pentingnya kelengkapan arsip dan bukti sejarah dalam proses pengusulan. Salah satunya disampaikan oleh Prof. Imma, yang menilai bahwa kelengkapan data sejarah La Pawawoi merupakan modal kuat dalam proses pengusulan.

“Saya rasa La Pawawoi Karaeng Sigeri ini memiliki kesempatan besar untuk dianugerahkan menjadi Pahlawan Nasional, dikarenakan artefak dan arsip yang sangat lengkap,” ungkap Prof. Imma. Ia juga menekankan bahwa kekayaan dokumentasi tersebut jarang dimiliki tokoh lokal lain, sehingga menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Sementara itu, Prof. Bahri menyoroti pentingnya pelibatan publik, khususnya generasi muda, dalam mendorong nama La Pawawoi ke tingkat nasional. Menurutnya, langkah strategis perlu dilakukan oleh komunitas sejarah di daerah.

“Langkah yang harus diambil oleh komunitas seperti Historia Bone dan HMPS Pend. Sejarah FIS-H UNM adalah mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui media sosial. Di era sekarang, dukungan publik digital sangat berpengaruh,” jelasnya.

Pernyataan mengejutkan juga datang dari Dr. Rifal, yang mengakui terkejut mengetahui bahwa La Pawawoi belum berstatus Pahlawan Nasional.

“Saya kaget ketika mengetahui La Pawawoi Karaeng Sigeri belum menjadi Pahlawan Nasional. Padahal memori kolektif masyarakat Bone menunjukkan betapa besar sumbangsinya, dan tokoh ini bahkan masih selalu didiskusikan hingga kini,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pihak keluarga La Pawawoi Karaeng Sigeri yang turut hadir dalam kegiatan. Mereka menyampaikan apresiasi dan kesiapan untuk membantu proses pengusulan.

Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka akan mendukung sepenuhnya penyediaan data, dokumen sejarah, serta artefak keluarga yang relevan untuk melengkapi berkas pengusulan.

“Kami sangat bersyukur melihat perhatian besar masyarakat dan akademisi terhadap perjuangan leluhur kami. Keluarga siap membantu dan mendukung penuh setiap tahapan pengusulan gelar Pahlawan Nasional,” ujar perwakilan keluarga.

Diskusi berlangsung dinamis dengan fokus pada rekam jejak perjuangan La Pawawoi, nilai keteladanan, serta kontribusinya terhadap masyarakat dan daerahnya. Para peserta sepakat bahwa penguatan data sejarah dan penyusunan naskah akademik menjadi langkah penting yang harus segera dikerjakan bersama.

Melalui kegiatan ini, HMPS Pend.Sejarah FIS-H UNM berharap semakin banyak pihak terlibat dalam penguatan data sejarah dan pengumpulan arsip pendukung. Dengan dukungan publik dan kerja kolaboratif berbagai pihak, pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk La Pawawoi Karaeng Sigeri diharapkan dapat segera terealisasi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sosok Andi Mappanyukki, Pahlawan Pejuang dari Tanah Sulawesi

ROAD TO BAKSOS, BAZAR SUKSES DI HADIRI 50+ LK SE KOTA MAKASAR