MayDay: Perayaan yang Dijinakkan dan Janji yang Berulang
Makassar, 1 Mei Setiap bulan Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Jalanan dipenuhi massa aksi, spanduk tuntutan terbentang, dan suara perlawanan kembali menggema. Namun, di balik rutinitas tahunan ini, tersimpan sejarah panjang perjuangan kelas pekerja serta pertanyaan besar tentang sejauh mana perubahan benar-benar terjadi terutama dalam konteks Indonesia hari ini. May Day bukanlah perayaan yang lahir dari ruang kosong. Ia berakar dari peristiwa Haymarket Affair di Chicago pada tahun 1886, ketika para buruh melakukan aksi besar-besaran menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari. Aksi tersebut berujung pada bentrokan dan korban jiwa, tetapi justru menjadi simbol global perjuangan buruh melawan eksploitasi. Dari peristiwa inilah May Day berkembang menjadi hari solidaritas internasional bagi kelas pekerja. Secara pemikiran, gerakan buruh tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Karl Marx, seorang filsuf dan ekonom yang mengkritik sistem kapital...