GERAKAN MATI KIRI
Masalah Yang
terjadi di Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda akan selesai,malah yang
terlihat Indonesia berada di situasi yang tidak baik-baik saja bahkan megalami
kemerosotan moral,ini disebabkan karena banyaknya kasus yang terjadi. Sebut
saja kasus korupsi yang mungkin sudah menjadi ciri khas para elit yang tidak
tau malu,diantaranya kasus Jiwasraya,Hambalang,E-KTP,Pelindo II,BLBI dan
kasus-kasus lainnya.Kemudian Hukum yang masih tebang pilih,diantaranya kasus
nenek asyani di vonis 1 tahun penjara karena Mengambil 2 batang pohon,sementara
PT Bumi Mekar Hijau membakar 20.000 hektar hutan di vonis tidak bersalah,kasus
anak pejabat yang seharusnya menjadi tersangka dalam peristiwa kecelakaan yang
memakan korban jiwa juga di vonis bebas.Di
dunia pendidikan sendiri ada banyak masalah klasik yang tidak pernah punya solusi kongkrit untuk
mengatasinya,diantaranya biaya pendidikan yang semakin kesini semakin
mahal,tidak meratanya pendidikan untuk daerah pelosok,sistem kurikulum
gemuk,kurangnya sarana dan prasarana di sekolah-sekolah terutama daerah pelosok
serta tenaga pendidik yang kurang inovatif.Hal ini mengindikasikan bahwa memang
banyak masalah yang terjadi di Indonesia,belum lagi tindak rasisme serta
pandemi Covid 19 yang mengacaukan psikologi serta tata ekonomi masyarakat
Indonesia. Disisi lain Regulasi yang di buat juga mulai ngawur,entah karna ada
kepentingan di dalamnya atau para pemangku kebijakan saat ini lebih suka
melawak. Diantaranya Regulasi yang melemahkan KPK sebut saja di ambilnya hak
independensi KPK itu sendiri,adanya pembatasan penyelidikan dan penyadapan
dalam menghadapi kasus, serta masih banyak poin yang berpotensi melemahkan KPK
,kemudian OMNIBUS LAW yang mencekik buruh dengan segala kebijakannya yang tidak
pro rakyat,Regulasi Kampus Merdeka Yang Mengindustrialisasi mahasiswa,dan yang
masih hangat diperbincangkan yakni Regulasi tentang UU HIP (Haluan Ideologi
Pancasila) yang notabene akan mendiskualifikasi kedudukan pancasila sebagai
Falsafah negara. Sebenarnya sebelum regulasi di atas,ada banyak kemudian
regulasi-regulasi kontroversial yang muncul di indonesia. Memang tak bisa
dinafikkan bahwa setiap masalah yang terjadi di indonesia sepenuhnya harus
menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemangku kebijakan.Namun perlu di garis
bawahi,bahwa merekalah nahkoda atas baik buruknya kondisi Indonesia
kedepan,maka yang paling pertama dimintai pertanggung jawaban adalah mereka
(Pemerintah).
Yang jadi pertanyaan kemudian,
dimanakah kaum-kaum intelektual serta mahasiswa yang biasanya akan langsung
menunjukkan kegarangannya sebagai penyambung lidah rakyat,ketika terjadi
masalah di dalam negeri.? Kemana mereka menghilang,atau mungkin mereka lupa
akan perannya.???
"Idealisme adalah kemewahan
terakhir yang dimiliki oleh pemuda" kalimat tersebut merupakan kalimat pengobar
semangat Tan Malaka terhadap pemuda. Namun saat ini, idealisme hanya sebatas
teori yang diumbar mahasiswa tanpa tindakan pasti. Gerakan gerakan kian melemah
atau bisa di katakan padam. Hal ini di akibatkan oleh Rendahnya konsistensi
mahasiswa dalam mengawal permasalahan sampai ke akarnya. Tak bisa di pungkiri
bahwa setiap kali ada isu baru yang muncul,maka mereka(Mahasiswa) cenderung
akan beralih ke isu tersebut tanpa ada titik jelas mengenai isu yang
sebelumnya,sehingga hal ini menjadi celah yang sangat besar dalam memgawal
permasalahan ,di lain sisi,bisa saja mahasiswa saat ini juga mulai disusupi
kepentingan-kepentingan,baik secara pribadi maupun kelembagaan,serta tingginya
individualisme dan gengsi di antara para kalangan mahasiswa kian membuat
gerakan tak berasa,di tambah lagi tidak kuatnya mental mahasiswa ketika
menghadapi intervesi dan tendensi juga menjadi problem di dunia gerakan.
Oleh karenanya
saat ini, gerakan mahasiswa dapat dikatakan sebagai gerakan mati kiri yang
punya ciri khas, membara di awal dan padam di pertengahan tanpa sempat
menghasilkan abu.berbeda dengan gerakan-gerakan mahasiswa pendahulu yang memang
punya spirit serta totalitas tinggi untuk membangun bangsa. Era memang berubah
sejalan dengan melemahnya gerakan di kalangan mahasiswa. Mari Introspeksi diri sebagai orang-orang yang
katanya agen perubahan namun nyatanya untuk bangun pagi saja masih susah,
menyatakan diri sebagai orang berpendidikan,namun melihat penindasan masih
diam,dan berkoar seolah merasa paling
benar namun masih labil dalam berpikir,Serta
bertindak seolah tak pernah salah namun nyatanya pengrusakan serta
penjarahan masih dilakukan. Sedikit saran dari tulisan ini, "Ilmu penting
,namun lebih penting lagi adab", "Teori penting,namun lebih penting
lagi pembuktian". Seolah masalah yang terjadi di indonesia saat ini di
buat seperti hal biasa dan tidak terjadi apa-apa,padahal akibatnya bisa sangat
fatal,klimaksnya Indonesia bisa Menjadi pecah dan perang saudara tak akan
terhindarkan. Oleh sebab itu penulis berharap bahwa kawan kawan yang merasa
punya pikiran untuk membangun negeri menjadi lebih baik entah itu dengan
gerakan kiri ataupun kanan, mari sama-sama berikan yang terbaik,karena diam
saja tak akan merubah apapun.
Penulis : Abd. Rahim
Komentar
Posting Komentar