MUSEUM KOTA


Museum Kota Makassar berada di provinsi Sulawesi Selatan yang didirikan oleh/atas ide wali kota Makassar Drs. HB. Amiruddin Maula, S.H., M.Si pada masa awal-awal menjabat. Meseum beralamat di Jl. Balai kota No. 11 A. 90111 Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000 dengan maksud untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas dan sejarah kota Makassar serta budaya penduduk Makassar. 

 

Dalam museum ini terdapat batu bata yang memiliki ukuran yang berbeda, batu bata yang ukurannya lebih kecil merupakan batu bata dari Benteng somba opu dan batu bata yang lebih besar berasal dari benteng tallo. Dulunya Makassar merupakan kota dunia, dikarenakan banyak pengunjung dari berbagai duni yang smdatang untuk berdagang. Bandar niaga tallo dan somba opu merupakan pusat niaga yang tersisa sepanjang jazirah sulawesi selatan di bawah bendera kerajaan Makassar. Pada masa situ kerajaan Makassar menerapkan kebijakan pintu terbuka (open door policy) dengan menganut laut bebas (mare liberium), hal ini di lakukan acara kerajaan Makassar mendapat keuntungan dalam perdagangan. Dengan adanya kebijakan ini membuat semakin banyak pengunjung yang datang ke Makassar untuk berdagang. Pedagang yang sebelumnya sudah lama menetap dan betrniaga di sekitar somba opu adalah pedagang dari Portugis, kemudian menyusul pedagang dari melayu. Dalam perkembangannya kemudian datang juga pedagang lain seperti, belanda (VOC), inggris, spanyol, denmark, dan cina. berkumpulnya para pedagang ini membuat status kerjaan Makassar menjadi transito internasional terpenting atau menjadi kota niaga dunia. Ada beberapa hasil bumi yang dipardagangkan dan menjadi komoditas pada saat itu, seperti pala, cengkeh, dan padi.

 

Peninggalan-penikanggalan seperti peluru meriam juga di pajang dalam museum ini, serta teks perjanjian bongaya juga  ada dalam museum ini, perjanjian ini di tandatangani pada 18 november 1967 di bungaya antara kesultanan gowa yang diwakili sultan Hasanuddin dan pihak VOC yang diwakili laksamana Cornelis speelman. Ada 3 negara yang pernah menguasai Makassar seperti inggris (1811-1816), Belanda (1816-1942), dan jepang (1942-1945). Terpajang juga foto-foto wali kota Makassar dari tahun 1942 hingga sekarang.

 

Di museum ini juga terdapat duplikat dari ruangan pengadilan balai kota ya g di buat semitip mungkin seperti ruangan pengadilan pada zaman dulu, di sebelah ruang pengadilan terdapat tempat pameran karya seni yang terus berganti sesuai tema selama tiga tahun sekali. Di Museum ini juga di perlihatkan peta perdagangan dan pelayaran masyarakat makassar serta gambar kapal padewakang yang di gambar di dinding batu yang konon di gambar oleh suku aborigin di australia. Masyarakat makassar pada masa itu sering berlayar ke pantai-pantai australia a untuk mencari teripang kemudian di tukarkan dengan keramik. Dan terdapat juga berbagai baju adat dari berbagai etnis yang ada di Makassar yang di pajang am dari museum ini.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SATGAS GAGAL, MAHASISWA TERABAIKAN!

Mengenal Sosok Andi Mappanyukki, Pahlawan Pejuang dari Tanah Sulawesi

ROAD TO BAKSOS, BAZAR SUKSES DI HADIRI 50+ LK SE KOTA MAKASAR