Seminar Nasional Pengusulan Calon Pahlawan La Pawawoi Karaeng Sigeri Raja Bone ke-31


Bone, 7 April 2026 HMPS Pend.Sejarah FIS-H UNM berkolaborasi dengan Historia Bone sukses menggelar seminar nasional bertema “Seminar pengusulan calon pahlawan nasional La Pawawoi Karaeng Sigeri raja bone ke 31 .” Acara yang berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Bone ini dihadiri oleh akademisi, peneliti sejarah, tokoh adat, Lembaga kemahasiswa, hingga para pemerhati budaya.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasludin, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung proses pengusulan La Pawawoi Karaeng Segeri sebagai Pahlawan Nasional.

“Semoga seminar ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju penetapan Puangta La Pawawoi sebagai Pahlawan Nasional tahun depan. Pemerintah Kabupaten Bone siap memberikan dukungan penuh hingga gelar tersebut terwujud,” ujarnya.

Prof. Bahri, sebagai pemateri pertama, memaparkan nilai-nilai perjuangan La Pawawoi yang mencerminkan nasionalisme dan keberanian luar biasa. Ia menekankan bahwa perlawanan tokoh Bone tersebut merupakan wujud keteguhan dalam menjaga martabat rakyatnya.

“Perjuangan Puangta La Pawawoi Karaeng Segeri adalah simbol keberanian menghadapi penjajahan. Beliau mengajarkan arti pengorbanan, ketegasan, dan semangat kebangsaan,” tuturnya.

Narasumber kedua, Prof. Imma, membahas sisi historis perjalanan La Pawawoi, terutama masa pengasingannya hingga wafat di Jakarta pada 11 November 1911. Menurutnya, gelar ‘MatinroE ri Jakarta’ menjadi bukti bahwa perjuangan sang tokoh tetap berlanjut meski jauh dari tanah kelahiran.

“Meski berada jauh dari Bone, api perjuangannya tetap menyala dan menginspirasi munculnya semangat kemerdekaan Indonesia,” jelas Prof. Imma.

Sementara itu, pemateri ketiga, Muhammad Ansori, menyoroti aspek administratif yang menjadi syarat utama dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional. Ia menyampaikan bahwa dokumen pendukung, arsip sejarah, dan dasar akademik yang tersedia saat ini menjadi modal yang sangat kuat.

“Dari sisi administratif, Puangta La Pawawoi Karaeng Segeri memiliki peluang besar untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Kelengkapan dokumen dan dukungan akademik sangat menunjang proses ini,” ungkapnya.

Ketua Umum HMPS Pendidikan Sejarah FIS-H UNM, Saifur Rahman, turut menegaskan pentingnya penyelenggaraan seminar ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperdalam wawasan mengenai sejarah dan budaya lokal.

“Semoga kegiatan ini bisa memantik semangat para peserta untuk semakin mendalami sejarah, khususnya sejarah Sulawesi Selatan,” ujarnya.


Sesi diskusi yang dipandu dr. Rifal berlangsung dinamis dan penuh gagasan konstruktif. Para pesertabmulai dari akademisi, tokoh adat, hingga pemerhati sejarah menyampaikan berbagai saran terkait penguatan narasi sejarah dan strategi pengusulan di tingkat nasional. Antusiasme ini menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat dalam merawat sejarah Bone dan mendorong tokoh lokal agar mendapat tempat di level nasional.

Acara ditutup dengan pembacaan rekomendasi akademik yang merangkum seluruh hasil diskusi dan menegaskan pentingnya penetapan La Pawawoi Karaeng Segeri sebagai Pahlawan Nasional. Penyelenggara berharap seminar ini menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah pusat memberikan penghargaan tertinggi kepada salah satu pejuang besar dari tanah Bugis tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi dan Diskusi Syarat Pengusulan Calon Pahlawan Nasional

Mengenal Sosok Andi Mappanyukki, Pahlawan Pejuang dari Tanah Sulawesi

ROAD TO BAKSOS, BAZAR SUKSES DI HADIRI 50+ LK SE KOTA MAKASAR